Buatmu yang sedang patah hati karena cinta

sumber : http://www.netdoctor.co.uk/

Pengalaman pertama patah hati biasanya kita rasakan ketika kita duduk di bangku SMP, dimana itu masa-masa super labilnya manusia, yang kata orang "bau kencur". Kecil nggak, gede juga belum, tapi mayoritas sudah mengalami pubertas. Jadi yang namanya hormon oksitosin pegang peranan banget nih dalam hal mengaduk-ngaduk rasa dan asa kita sama yang namanya Cinta. Patah hati di masa-masa ini nggak serius banget. Diputusin hari ini, paling besok sudah bisa haha hihi lagi sama temen se gank. Kata seorang teman SMP kepadaku, dulu waktu kami kelas 1, "eh, aku kemarin putus sama si A, gimana lagi, beda agama sih.." dengan ekspresi cengar cengir. Atau kalau cinta bertepuk sebelah tangan, ah..no big deal banget deh, masih banyak cadangan gebetan yang lain.
Ketika SMA, penjajakan jadi lebih serius. Ada yang menjalin hubungan karena merasa nyaman, bukan karena fisik (pasangan seperti ini bisa langgeng sampai nikah walau bisa dihitung dengan jari), ada yang sama-sama tertarik karena fisik (biasanya lepas SMA putus deh...), ada pula yang tertarik karena doi dewasa banget, dan banyak lagi alasan yang lain. Patah hati kala SMA sudah bisa dikatakan serius, walau beberapa tahun kemudian masih bisa hilang dari ingatan.
Nah kalau sudah mahasiswa, drama yang sesungguhnya pun dimulai. Beragam kasus patah hati yang terjadi, antara lain : cinta segitiga antar teman yang membuat doi akhirnya harus memilih; cinta beda agama; cinta tidak direstui orang tua; atau doi memutuskan hubungan dengan pacar SMA nya, lantaran sudah menemukan idaman hati yang baru di tempat kuliahnya. Kasus terakhir itulah yang sering saya temui. Kenapa bisa banyak kasus seperti ini? Sang waktu lah yang memegang peranan. Kita mendewasa seiring dengan waktu. Kesadaran akan tujuan yang sejati dari sebuah jalinan cinta membuat mereka akhirnya tidak lagi memilih seorang pacar, namun seorang calon istri / calon suami. Dan kalau sudah menemukan tulang rusuk yang hilang begini, dijamin langsung lupa deh sama pengalaman-pengalaman patah hati masa lampau. Ya bukan berarti lupa sama sekali sampai hilang ingatan..tidak mungkin banget. Bahkan kita akan menertawakan masa-masa jahiliyah itu, yang sampai susah makan, semalaman menangis sampai mata bengkak, menarik diri dari pergaulan dan segala perilaku alay lebay lainnya.
So, buat adik-adik yang saat ini sedang patah hati, jangan berlarut-larut ya, karena sesungguhnya Islam mengajarkan kita untuk segera bangkit. Janji Allah sudah pasti bahwa setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Seperti kata Nicky Astria, "dunia ini panggung sandiwara". Lahir, jodoh, rejeki dan mati sudah ditakdirkan, kita hanya menjalani peran. Kamu akan bahagia pada saat yang tepat. Kapan saat itu? Hanya Allah yang tahu, tugasmu hanya terus berdoa dan berikhtiar. Pantaskanlah dirimu untuk dapat bersanding dengan lelaki yang baik, karena lelaki baik hanya untuk wanita baik.
Tetap semangat ya!

Comments

Popular posts from this blog

Ini Alasan Mengapa Kaos Anak Muslim Afrakids Layak Dipilih

Tentang Cita-Cita

Rindu Pantai